Thursday, March 21, 2013

Tips Menang Poker Boyaa - Moncer Bersama Pelatih Baru

Tips Menang Poker Boyaa - Moncer Bersama Pelatih Baru

Texaspoker cc2 adalah poker online dengan uang asli terpercaya - PRESEASON tournament menjadi ajang bagi para pelatih untuk mencoba sebanyak mungkin pemain juga mengetes sistem baru. Pada turnamen pemanasan ini, beberapa nama pemain yang musim lalu agak terlupakan sekarang tampil cukup menonjol.

Dari empat semifinalis preseason tournament, ada tiga tim yang mengalami perubahan sangat signifikan karena pergantian pelatih. Yakni, Dell Aspac Jakarta, CLS Knights Good Day Surabaya, dan Pelita Jaya Esia Jakarta.

Ganti pelatih tentu membawa konsekuensi, yakni adanya pemain-pemain baru yang menonjol. Dari kubu Aspac, point guard muda Andakara Prastawa Dhyaksa menjadi pemain yang mendapat banyak perhatian dari pelatih baru Jugianto Kuntardjo.

Musim lalu Prastawa bermain di preseason tournament dan membawa timnya menembus final. Saat itu Aspac kalah oleh CLS. Pelatih Aspac kala itu Tjetjep Firmansyah memutuskan tidak mendaftarkan Prastawa untuk musim reguler NBL Indonesia. Sebab, pemain 20 tahun tersebut berkonsentrasi membela DKI Jakarta di PON 2012.

Musim ini Prastawa kembali ke Aspac. Penampilannya cukup menjanjikan. Dia menjadi pelapis utama bagi point guard Mario Gerungan. Dalam lima pertandingan babak penyisihan, Prastawa bermain empat kali. Catatan rata-rata poinnya cukup lumayan, 9,75 poin per game.

Penampilan terbaik Prastawa justru terjadi saat Aspac membekuk lawan berat Pelita Jaya Esia Jakarta 68-60. Saat itu, putra mantan pelatih Pelita Jaya Rastafari Horongbala tersebut menjadi pemain terproduktif dengan mencatatkan 16 poin.

Di kubu CLS Knights, dua pemain muda mendapat kepercayaan besar dari pelatih baru asal Filipina Eduard ''Dong'' Santos Vergeire. Mereka adalah forward Tony Agus dan Ernest Koswara.

Tony yang musim lalu tidak terlalu banyak mendapat minute play dari Risdianto Roeslan sekarang justru sering menjadi starter. Hasilnya bagus. Tony menjadi pemain tersubur timnya dengan catatan 10,80 poin per game dalam babak penyisihan saja (total 54 poin).

Namun, hal paling drastis dalam tubuh CLS saat ini adalah sering diturunkannya shooter Ernest Koswara. Musim lalu Ernest nyaris tidak pernah diturunkan. Bahkan, dia tidak ada di bench. Padahal, usia Ernest tidak lagi muda. Dia mulai mendapat kepercayaan masuk tim senior saat berusia 26 tahun. ''Saya memang sering terabaikan. Mulai tidak masuk tim basket SMA hingga tercoret dari PON,'' kata Ernest.

''Saat mendapat kesempatan seperti ini, saya berusaha tidak menyia-nyiakan. Apalagi, Jeffry (Bong) cedera. Saya harus bisa menjadi penggantinya,'' imbuh pemain yang bergabung CLS pada April 2007 dari STMIK-STIE Mikrosil Medan tersebut.

Catatan statistik Ernest memang tidak terlalu moncer. Dia hanya mencetak rata-rata delapan poin dalam lima game. Namun, torehan tersebut merupakan progres sangat besar. Apalagi, poin-poin yang dia cetak itu pada momen-momen krusial. Termasuk saat mengalahkan SM.

Dari Pelita Jaya, forward Vavories Palopo adalah pemain yang melakukan improve besar. Dua musim belakangan, Popo -panggilan Vavories Palopo- hampir tidak pernah memperoleh kesempatan dari pelatih lama Rastafari Horongbala.

Namun, pelatih baru Nathaniel Canson memanfaatkan tenaga pemain 28 tahun tersebut. Saat Pelita Jaya mengalahkan Satria Muda Britama Jakarta kemarin, Popo bermain cukup baik. Dia membantu timnya dengan mencatatkan tujuh poin dan tiga rebound.

Coach Nath menegaskan, peran Popo cukup vital bagi timnya saat shooter Ary Chandra berada di bawah form terbaik melawan SM kemarin. (nur/c4/ang)

No comments:

Post a Comment