Thursday, March 21, 2013

Situs Bola Tangkas Online Gratis - Ajukan Surabaya Tuan Rumah 2014

Situs Bola Tangkas Online Gratis - Ajukan Surabaya Tuan Rumah 2014 

Rgo88.com adalah tangkas online dengan setelan versi darat terpercaya - Berakhir sudah Kejuaraan FIBA Asia U-18 ke-22 di Ulan Bator, Mongolia. Tiongkok tampil sebagai juara, sedangkan Tim Nasional Muda Indonesia, yang untuk kali pertama setelah absen 17 tahun, berada di urutan ke-11 dari 16 peserta.

Selama event di Mongolia (17-26 Agustus), sudah dibicarakan kemungkinan kota dan negara tuan rumah selanjutnya untuk event 2014 mendatang. Tempatnya di Indonesia, tepatnya di Kota Surabaya.

Perwakilan Pengurus Pusat (PP) Perbasi bersama PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia -pengelola Timnas Muda- sudah membicarakannya bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) FIBA Asia Hagop Khajirian dan pimpinan delegasi negara lain. Dan mendapat sambutan positif.

"Tentu kami serius untuk mengajukan nama Surabaya. Dukungan kepada kita sudah cukup banyak. Terutama dari negara-negara Asia Tenggara," kata Agus Mauro, Sekjen PP Perbasi, ketika berada di Ulan Bator.

Azrul Ananda, direktur PT DBL Indonesia sekaligus CEO Timnas Muda, mengaku Surabaya sangat cocok untuk ajang tersebut. "Surabaya itu ibu kota basket Indonesia. Ada banyak venue yang layak dipakai untuk bertanding maupun latihan. Jauh lebih baik daripada Mongolia. Penonton basket di Surabaya juga luar biasa antusias," ungkapnya.

"Dan penonton akan mendapat suguhan istimewa. Banyak bintang FIBA Asia U-18 kelak akan jadi bintang-bintang utama dunia," tambah Azrul.

Menurut Khajirian, penentuan siapa yang menjadi tuan rumah 23rd FIBA Asia U-18 pada 2014 akan dilakukan akhir September mendatang. Yakni, setelah ajang 4th FIBA Asia Cup di Tokyo, Jepang, 14-22 September.

Saat itu FIBA Asia akan melakukan rapat internal. "Saat ini memang hanya Indonesia yang menghubungi kami untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah. Namun, kami tidak lantas menyebut Indonesia terpilih secara otomatis. Ada beberapa proses yang harus dilalui. Mungkin ada negara lain yang belakangan tertarik, lantas mengajukan diri. Akan kami lihat siapa yang memiliki gagasan paling unggul," tutur Khajirian.

Pria asal Lebanon itu menambahkan, ada beberapa prinsip dasar yang harus dipenuhi sebuah kota jika ingin menggelar kompetisi FIBA Asia U-18. Di antaranya, fasilitas berupa stadion yang memadai. Lalu antusiasme fans yang tinggi. Artinya, penonton mau menyaksikan pertandingan lain, tidak hanya laga tuan rumah.

Hal lain adalah kota tersebut harus menunjukkan keramahan tinggi dan benar-benar menunjukkan diri sebagai kota yang sangat cinta basket.

"Fasilitas lainnya harus memenuhi standar internasional. Misalnya, ruang ganti, ruang media untuk konferensi pers, internet, dan lain-lain. Namun, yang paling penting adalah kota itu bisa menyebarkan wabah basket kepada masyarakatnya," tegasnya.

Kalau Surabaya jadi terpilih, FIBA Asia akan mengirimkan utusan dua bulan sebelum penyelenggaraan. Mereka akan mengecek segala persiapan.

Menanggapi itu, Azrul bilang seharusnya Surabaya tidak perlu diragukan. "Kalangan basket di Indonesia saya rasa sudah tahu, Surabaya kota paling heboh soal basket di Indonsia," ucap pria yang juga commissioner National Basketball League (NBL) Indonesia tersebut.

Saat ditanya mengenai penyelenggaraan FIBA Asia U-18 di Ulan Bator yang tidak sempurna, terutama dari kualitas sumber daya penyelenggara yang tak maksimal, sangat sedikitnya penonton, hingga fasilitas stadion pendamping Central Sport Hall yang tak layak, Khajirian mengajak semua pihak untuk maklum. "Saya kira pemerintah dan Asosiasi Basket Mongolia (MBA) sudah melakukan yang terbaik. Mohon mengerti ini adalah event pertama mereka. Namun, saya kira basket di negara ini sedang tumbuh pesat," tegas Khajirian.

Apabila Surabaya ditunjuk untuk 2014, Kota Pahlawan itu akan menjadi kota kelima di Asia Tenggara yang pernah jadi tuan rumah. Sebelum ini FIBA Asia U-18 pernah mampir di Manila (Filipina), Bangkok (Thailand), serta Johor Bahru dan Kuala Lumpur (Malaysia).

Sementara itu, Timnas Muda Indonesia kemarin dini hari (27/8) meninggalkan Ulan Bator. Transit dulu di Korea Selatan dan Singapura sebelum sampai di tanah air. (*)

No comments:

Post a Comment