Thursday, March 21, 2013

Peraturan Poker Boyaa - Stadium Jakarta Benahi Shooting

Peraturan Poker Boyaa - Stadium Jakarta Benahi Shooting

Texaspoker cc1 adalah poker online dengan uang asli terpercaya - Stadium Jakarta terus berbenah menjelang bergulirnya seri kedua Speedy NBL Indonesia. Tim asuhan Abdurrachman Padang itu kini fokus membenahi field goal yang jeblok selama seri pertama di Bandung.

Statistik field goal Stadium memang tidak mencerminkan peringkat mereka di klasemen. Kendati berada di peringkat ketujuh, mereka hanya mampu membukukan catatan akurasi tembakan 32 persen. Angka tersebut merupakan angka paling rendah kedua setelah Tonga BSC Jakarta yang hanya 29 persen.

Asisten pelatih Yoesran Fadlilah mengakui, akurasi tembakan anak asuhnya masih buruk. Mereka sejatinya memiliki banyak peluang, namun kerap gagal memaksimalkannya. "Free throw anak-anak juga masih sering gagal," kata Yoesran.

Padahal, jelas Iyonk, panggilan akrab Yoesran, free throw bisa dimanfaatkan untuk mendulang kemenangan. Dia mencontohkan kekalahan Stadium saat bentrok dengan Dell Aspac Jakarta pada seri pertama di Bandung November lalu. Dari 58 poin yang dihasilkan Aspac, 32 di antaranya berasal dari free throw. "Turnover kami tinggi, sementara free throw lemah. Kami harus berbenah lagi," tuturnya.

Karena itu, saat ini Iyonk terus melatih shooting para pemain. Bukan hanya free throw, melainkan juga layup. Iyonk mengakui, Stadium kehabisan stok shooter andal. Mereka praktis hanya mengandalkan Dino Leonardo dan Merio Ferdiansyah. Jika duo guard itu absen, permainan hanya mengandalkan fast break. Akibatnya, pemain lawan bisa unggul dengan menguatkan barisan zone marking.

"Kalau bisa, para pemain harus latihan shooting seribu kali. Mau tidak mau itu harus dilakukan karena akurasi sangat buruk. Kami akan terus benahi itu sampai seri kedua digelar di Jakarta," tandasnya.

Selain itu, terang Iyonk, sistem di lapangan sering gagal diterapkan. Ini disebabkan mereka masih lemah dari sisi kekompakan. Akibatnya, banyak pemain yang memaksakan diri membawa bola tanpa mengindahkan kerja sama tim. Soal problem kekompakan, Iyonk mengakui, penyebabnya adalah sebagian besar pemain baru bergabung setelah libur tahun baru. "Pekerjaan rumah kami masih banyak. Pemain harus mampu mengubah kondisi mereka sendiri," tuturnya. (aga/c9/bas)

No comments:

Post a Comment