Thursday, March 21, 2013

Dewa Poker Indonesia - Aria Jabbar, Sosok di Balik Stabilitas Garuda Kukar Bandung Sepeninggal Andre Ma

Dewa Poker Indonesia - Aria Jabbar, Sosok di Balik Stabilitas Garuda Kukar Bandung Sepeninggal Andre Ma

Texaspoker cc2 adalah poker online dengan uang asli terpercaya - Aria Jabbar bisa jadi manajer tim NBL yang paling sibuk menjelang musim 2012-2013. Selain mempersiapkan tim, dia harus mencari penyokong dana baru setelah meninggalnya Andre Mamuaya.

RAGIL UGENG, Bandung

---

BAGI Aria, Garuda adalah klub basket yang sangat dipujanya. Sejak dulu pria berkacamata tersebut sangat mengidolakan Garuda. Bedanya, ketika itu Aria masih berstatus fans. Nah, saat ini mimpinya untuk membantu membesarkan Garuda terwujud setelah Aria ditunjuk sebagai general manager (GM).

Musim ini adalah tahun kedua baginya menjabat sebagai perpanjangan tangan sang owner. Penunjukan Aria sebagai GM tak lepas dari kedekatannya dengan (alm) Andre Mamuaya. Keduanya merupakan alumni SMAN 3 Jakarta.

"Pertama ditunjuk, rasanya gado-gado. Ada senangnya, ada terkejutnya, ada nervous-nya. Satu hal yang pertama saya lakukan ialah memperbaiki komunikasi dengan pemain serta menumbuhkan sense of belonging mereka terhadap klub ini," terang Aria kepada Jawa Pos kemarin.

Dengan pendekatan seperti itu, manajemen Garuda menjadi lebih rapi. Selain itu, semua hak pemain selalu didapatkan tepat waktu. Para pemain juga lebih mengerti perannya.

Pola komunikasi di Garuda juga dibenahi. Kalau ada apa-apa, harus diselesaikan di tataran manajemen dulu. Pemain tidak bisa lagi potong kompas dengan membuat laporan kepada owner. Itu sering membuat suasana tim tidak kondusif.

Sayang, kebersamaan Aria dengan Andre tak lama. Pada 21 Agustus lalu Andre meninggal dalam kecelakaan di Jakarta. Garuda pun seperti ayam kehilangan induk. Maklum, selama ini Andre merupakan tulang punggung pendanaan tim.

Jajaran manajemen pun pontang-panting untuk menyelamatkan Garuda. Untung, Aria mempunyai teman yang mengenalkan dirinya kepada Endri Erawan. Setelah beberapa kali bertemu, Endri akhirnya sepakat untuk menjadi owner baru Garuda. Semua pembahasan untuk peralihan owner hanya memakan waktu tiga pekan.

Aria mengaku beruntung bertemu Endri. Sebab, dia tidak ngotot menjadi owner. Kalaupun hanya menjadi sponsor, Endri mau. "Menurut saya, semua pure of miracle. Semua berjalan smooth. Bahkan, Pak Endri menyatakan kesediaan untuk menjadi owner ketika malam ketujuh meninggalnya Mas Andre. Saat itu kami berada di rumah Mas Andre," tambah Aria.

Sebelum Endri sepakat menjadi owner Garuda, Aria mengaku hari-harinya penuh dengan kegelisahan. Itu terkait dengan nasib para pemain Garuda. Apalagi mereka yang sudah berkeluarga. Untung, selalu ada tangan-tangan tak terlihat yang memudahkan jalan Aria mendapatkan owner baru.

"Saya masih memiliki utang memberikan gelar kepada tim ini. Selain itu, saya belum membentuk kelompok fans Garuda, meski saya sudah menemukan namanya, yaitu Garuda Nation," imbuh pria yang mendapatkan gelar Bachelor of Science Degree in Natural Resources dari OSU College of Forestry, USA, itu.

GM sebenarnya memiliki tanggung jawab yang tak ringan. Aria mengakui hal tersebut. Di antara sekian banyak tanggung jawab, hal terberat baginya ialah memberi tahu pemain bahwa dirinya tak masuk rencana klub di masa mendatang.

Bagi Aria, itu sangat menyesakkan karena para pemain dianggap sebagai anak sendiri. "Rasanya sedih sekali. Karena mereka sudah berjuang untuk Garuda. Namun, ini hal yang lazim terjadi di sebuah klub," ucap Aria. (*/c13/ang)

No comments:

Post a Comment