Thursday, March 21, 2013

Cheat Uang Poker Texas Boyaa - Latihan Lebih Keras dan Tekankan Kejujuran Pemain

Cheat Uang Poker Texas Boyaa - Latihan Lebih Keras dan Tekankan Kejujuran Pemain

Texaspoker cc2 adalah poker online dengan uang asli terpercaya -
Eddy Santoso Bertekad Bawa Pacific Caesar Surabaya ke ChampionshipSeries
Sukses Bimasakti Nikko Steel Malang yang selalu lolos ke Championship Series NBL Indonesia tak bisa dilepaskan dari sosok Eddy Santoso. Kini, ketika menangani Pacific Caesar Surabaya, Eddy terobsesi melanjutkan tradisi sukses tersebut.

RAGIL UGENG, Bandung

---

SELAMA dua musim berturut-turut, Eddy Santoso sukses mengantarkan Bimasakti lolos ke Championship Series NBL Indonesia. Meski demikian, posisinya di Bimasakti bukan berarti aman. Setelah musim lalu berakhir, kontraknya tidak diperpanjang. Ketika ada tawaran dari Pacific Caesar Surabaya, Eddy langsung menyambarnya.

"Saya tak ingin memiliki target yang mudah. Lolos championship series adalah target terendah. Namun, finis di urutan di atas delapan adalah target yang selalu ingin saya capai," terang Eddy.

Bagi tim seperti Pacific, menembus delapan besar untuk lolos championship series adalah sesuatu yang berat. Seperti diketahui, musim ini adalah partisipasi keduanya di kasta tertinggi basket profesional tanah air. Untuk melawan tim-tim yang punya nama besar, butuh perjuangan dan energi ekstra bagi Pacific agar bisa menembus championship series.

Untuk mewujudkan targetnya, Eddy mengubah beberapa hal mendasar di tim Pacific. Salah satunya, pola latihan. Musim lalu ketika ditangani Arturo Lozada Cristobal, Pacific tak selalu latihan pagi. Kini, di tangan Eddy, latihan pagi selama dua jam tak bisa ditawar-tawar lagi. Latihan dilanjutkan dua jam pada sesi sore.

Namun, Eddy tidak pukul rata dengan durasi latihan seluruh pemain. Dua penggawa senior, Pek King Dhay dan Hari Suharsono, hanya diberi porsi latihan 80 persen. Pasalnya, dua pemain itu juga difungsikan sebagai asisten pelatih.

"Mereka adalah pemain yang menyambungkan instruksi saya ke pemain muda lain. Kelak mereka bisa saja jadi asisten pelatih. Ini bisa dianggap sebagai pengalaman untuk keduanya," ucap Eddy.

Sebagai pelatih baru, Eddy memiliki program tersendiri buat anak asuhnya. Namun, ada beberapa pola warisan Cristobal yang masih diterapkannya. Salah satunya, pola passing dan moving. Namun, Eddy lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter yang kuat bagi para penggawa Pacific. Dengan mayoritas pemain muda, permainan Pacific memang belum konsisten. Karena itu, dia selalu menginstruksi anak asuhnya untuk mengeluarkan kemampuan terbaik.

Jika militansi itu sudah dimiliki para pemain Pacific, Eddy lebih mudah meminta timnya bermain konsisten di setiap laga. Bagaimanapun, kata dia, mental kuat dan sikap tak mau kalah bakal membuat para pemain lebih hebat.

Nah, jika bicara pemain hebat, Eddy adalah sosok yang sukses menelurkan pebasket brilian. Musim lalu gelar MVP yang diraih Yanuar Dwi Priasmoro tak bisa dilepaskan dari tangan dingin Eddy. Sebelumnya, Eddy sukses mengorbitkan Ponsianus Nyoman "Koming" Indrawan dan Dimas Aryo Dewanto yang kini berkostum Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta. Keduanya bahkan menjadi anggota Timnas di SEA Games 2011.

"Kalau mencetak pemain bagus memang tugas pelatih. Tapi untuk MVP, biarkan pemain saja. Yang penting tim ini solid terlebih dahulu. Memang ada beberapa pemain yang sudah terlihat bagus," ujar Eddy.

Di antaranya, Gege Nagata. Jika terus konsisten, bukan tak mungkin Gege bakal mendapat gelar MVP atau bahkan menghuni timnas seperti Koming dan Dimas. Namun, Eddy meminta anak asuhnya menjaga nilai-nilai kejujuran.

"Kalau memang lelah, bilang saja, tapi jangan dibuat-buat. Sebab, denyut nadinya bisa dicek. Kejujuran itu fundamental paling utama yang saya pegang," tegas Eddy. (*/c8/ang)

No comments:

Post a Comment