Thursday, March 21, 2013

Cheat Kartu Poker Zynga - Satya Wacana Siap Meledak

Cheat Kartu Poker Zynga - Satya Wacana Siap Meledak

Texaspoker cc2 adalah poker online dengan uang asli terpercaya - Kekuatan Satya Wacana LBC Angsapura Salatiga di Speedy NBL Indonesia 2012-2013 patut diwaspadai para pesaing. Hanya menjadi "figuran" pada dua musim pertama NBL, kini mereka menunjukkan tanda-tanda siap bersaing dalam perebutan tiket ke championship series.

Bagaimana Satya Wacana bisa mengimbangi CLS Knights Surabaya kemarin (26/11) adalah salah satu buktinya. Sebelumnya Satya Wacana biasa menjadi bulan-bulanan CLS. Tetapi, kemarin mereka hanya kalah dua bola 80-76 di C-Tra Arena, Bandung.

Dalam pertandingan itu, para pemain Satya Wacana terlihat percaya diri meski menghadapi tim yang diisi banyak pemain berkualitas seperti CLS. Satya Wacana bahkan memiliki potensi menang. Saat pertandingan tersisa 1,5 menit, mereka unggul 72-71. Hanya karena mental juara CLS yang lebih baik, pada detik-detik akhir pertandingan mereka bisa menyalip untuk memastikan kemenangan.

Salah satu perbedaan mencolok yang ditunjukkan skuad Satya Wacana adalah rapinya taktik full-court press yang mereka lakukan. Dengan sistem bertahan seperti itu, mereka mampu mereduksi waktu sang lawan yang melakukan offense. Pola tersebut sudah diterapkan ketika mereka menjalani uji coba dengan tim-tim Jakarta sebelum musim reguler bergulir. Saking rapinya full-court press Satya Wacana, shooter CLS tidak mampu memasukkan satu pun tembakan tiga angka.

Untung, CLS memiliki pemain-pemain dengan speed di atas rata-rata. Rachmad Febri Utomo mampu memecahkan kebuntuan para shooter CLS lewat manuver-manuvernya. Febri pula yang menjadi top scorer di laga itu dengan 26 poin.

"Pemain-pemain CLS memiliki kecepatan yang sangat bagus. Transisi defense ke offense mereka sangat sulit dibendung. Tapi, anak-anak luar biasa hari ini (kemarin, Red). Mereka jauh lebih berani," terang asisten pelatih Satya Wacana Efri Meldy saat ditemui setelah pertandingan.

Kalah dengan margin dua bola dari tim besar diyakini meningkatkan mental bertanding Jerry dkk. Efri mengatakan, anak asuhnya kini memiliki konfidensi untuk memetik kemenangan atas tim papan atas. Selain itu, dia kian optimistis, target untuk merebut tiket ke championship series bisa tercapai musim ini.

"Anak-anak semakin matang dibanding dua musim sebelumnya. Kini mereka memiliki keyakinan untuk mengalahkan tim-tim papan atas," imbuhnya.

Guard Satya Wacana Yo Sua mengungkapkan, kekalahan tipis tersebut tetap mendongkrak semangat bertandingnya. Menurut pemain yang kemarin mencetak 18 poin itu, kekalahan tersebut bisa menjadi pelajaran berharga di pertandingan-pertandingan selanjutnya.

"Kalau kami bisa menjaga konsistensi, tiket ke championship series bukan hal mustahil. Konsistensi akan menjadi kata kunci karena kompetisi ini sangat panjang," tegas Yo Sua.

Pelatih CLS Eduard Santos Vergeire tak segan menyanjung permainan Satya Wacana. Menurut dia, Satya Wacana merupakan tim yang berpotensi besar merusak dominasi klub-klub mapan.

"Saya surprise melihat permainan mereka. Mereka merupakan tim dengan improve sangat luar biasa. Tidak ada yang boleh meremehkan mereka. Jika lawan underestimate, mereka siap menghukum," tegas Coach Dong, sapaan karibnya.

Apa yang ditunjukkan Satya Wacana juga meneguhkan bahwa NBL Indonesia musim ini berjalan lebih alot. Tidak ada lagi kemenangan yang dipetik dengan mudah. (ru/c13/ang)

---

Improve Besar Satya Wacana

Pelatih Muda Berbakat

Tengah musim lalu, Simon Wong menggantikan pelatih Danny Kosasih. Mantan arsitek CLS Knights Surabaya tersebut langsung mentransfer ide-ide segar dalam tim. Permainan Satya Wacana lebih cepat. Defense lebih agresif.

Yo Sua dan Ragil

Dua pemain Yo Sua dan Respati Ragil Pamungkas mengalami peningkatan sangat tajam musim ini. Tanda-tandanya terlihat sejak musim lalu. Ragil menjadi pemain tersubur Satya Wacana musim lalu dengan 12,10 poin per game. Melawan CLS kemarin, Yo Sua menjadi top scorer dengan 18 poin. Ragil menambahkan 14 poin. Pemain lain yang improve adalah forward Eko Wiratama Nasution hampir mencatat double-double 12 poin dan sembilan rebound saat melawan CLS.

Kembalinya Budi Sucipto

Kembalinya point guard mungil bertinggi 175 cm Budi Sucipto yang musim lalu absen membuat rotasi posisi playmaker di Satya Wacana semakin panjang. Acun -panggilannya- memiliki kecepatan, akselerasi, dan kemampuan drive yang tajam. Acun menjadi pelengkap sempurna bagi kapten dan guard combo Jerry Lolowang.

No Valentino No Problem

Valentino Wuwungan dipercaya sebagai bintang utama Satya Wacana sejak dua musim terakhir. Namun, Rookie Of The Year NBL Indonesia 2010-2011 itu mengalami cedera kambuhan. Sejauh ini, forward tebal (193 cm, 95 kilogram) tersebut masih belum bermain. Absennya Tino tidak menjadi masalah. Sebab, big man lain seperti Eko dan Firman Dwi Nugroho mampu menutup celah. (nur/c5/ang)

No comments:

Post a Comment