Thursday, March 21, 2013

Bola Tangkas Online Tanpa Download - Dari Perempuan Untuk Perempuan

Bola Tangkas Online Tanpa Download - Dari Perempuan Untuk Perempuan

Rgo88.com adalah tangkas online dengan setelan versi darat terpercaya - Masany Audri Gultom, general manager PT DBL Indonesia, terpilih untuk mengikuti Global Sports Mentoring Program yang diselenggarakan US Department of State dan espnW. Dia menjadi satu-satunya wakil Indonesia. JABATAN general manager PT DBL Indonesia sudah empat tahun diemban Masany Audri Gultom. Selama itu pula, perempuan 30 tahun tersebut mencatatkan banyak prestasi. Mulai sukses menyelenggarakan liga basket pelajar terbesar di Indonesia, Development Basketball League (DBL), juga National Basketball League (NBL) Indonesia, hingga mendatangkan bintang-bintang NBA. Yang terbaru, perusahaan sport management pertama di Indonesia itu menghelat Women’s National Basketball League (WNBL). Total, ada empat liga dalam satu tahun yang harus dihandle PT DBL Indonesia.
Kesigapan Sany, begitu dia disapa, memimpin perusahaan mendapat perhatian khusus dari US Department of State dan espnW. Mereka sedang bekerja sama mencari 20 perempuan yang aktif dalam industri yang terkait dengan olahraga. Dia dinyatakan berhak mendapat kesempatan mentoring bersama para praktisi sports-related industry di Amerika Serikat –yang juga perempuan– selama satu bulan.
Kegiatan bertitel Global Sports Mentoring Program itu ditujukan untuk perempuan berusia 25–40 tahun yang bergerak dalam industri yang berkaitan dengan olahraga, antara lain manajemen olahraga, administrasi olahraga, kepelatihan, jurnalisme olahraga dan komunikasi massa, pemasaran olah raga, social responsibility, dan kedokteran olah raga. Peserta setidaknya memiliki pengalaman profesional selama tiga tahun dalam bidang itu.
Sany mendapat informasi mengenai program itu Mei lalu. Azrul Ananda, commissioner DBL dan NBL Indonesia, menyarankan dia mendaftar. ”Saat itu sudah mepet dengan deadline pengumpulan berkas. Saya hanya punya waktu tiga atau empat hari,” ujarnya. Ternyata, Sany terpilih men jadi satu di antara 30 kandidat dari seluruh pendaftar yang lolos seleksi untuk menuju tahap interview.
Wawancara yang dilakukan via Skype dengan Dr Sarah Hillyer dan Dr Ashleigh Huffman dari University of Tennessee (UT) itu juga berakhir positif. Sebab, beberapa minggu setelah itu, Sany mendapat surat dari Menlu AS Hillary Rodham Clinton yang berisi ucapan selamat karena telah terpilih untuk mengikuti Global Sports Mentoring Program.
”Program itu bertujuan memberdayakan para perempuan dari seluruh dunia yang merupakan leader dalam sports-related industry untuk meningkatkan jumlah perempuan dan anak perempuan yang terlibat dalam olahraga,” papar Hillary dalam siaran persnya. Total 17 perempuan terpilih berangkat ke AS. Sany jadi satu-satunya wakil dari Indonesia. Selain itu, Asia mengirimkan masing-masing seorang wakil dari India, Tiongkok, serta Filipina.
Selasa (4/9) Sany akan bertolak ke Washington DC, AS. Dia berada di sana selama satu minggu untuk orientasi. Dua minggu berikutnya, Sany menuju Baltimore, bergabung dengan Under Armour, perusahaan apparel olahraga AS. Dia didampingi seorang mentor. Satu minggu terakhir, dia kembali ke Washington DC untuk mendiskusikan hasil mentoring .
”Harapannya, setelah mengikuti program itu, banyak ilmu yang bisa diterapkan untuk manajemen olahraga di Indonesia,” ujar Sany.

Suka, tapi Tidak Fanatik
MESKI berkecimpung dalam manajemen olahraga basket sejak 2004, sejatinya Sany bukanlah penggila basket. ”Saya menikmati menonton basket, tetapi saya bukan die hard fan atau penggemar fanatik tim basket tertentu,” aku istri Santun Fredrik Sihotang itu. Hal tersebut dirasakannya sebagai keuntungan. ”Saya bisa lebih objektif,” ucapnya.
Sany sering mendapatkan kesempatan- kesempatan istimewa yang bikin iri: bertemu dengan to koh-tokoh NBA maupun bintang-bintang basket dunia, bahkan sampai mengobrol atau berfoto bareng. Dia pernah bertemu dengan David Stern, commissioner NBA, di Los Angeles hingga legenda basket Larry Bird di Tiongkok, masuk ke locker room bersama Danny Granger saat meno nton game NBA, dan berbincang-bincang dengan pemain NBA di pinggir lapangan sebelum pertandingan berlangsung.
Yang paling seru terjadi ketika NBA All-Star 2011 dihelat. Sany bersama Azrul Ananda menjadi undangan VVIP dan berkesempatan berfoto dengan satu tim rookie NBA 2011. Saat itu Blake Griffin menjadi salah satu rookie yang juga bertanding. ”Lucunya, reaksi saya sering biasa-biasa saja. Saya suka nggak ngeh kalau pemain-pemain itu diidolakan banyak orang,” ujarnya, lantas tertawa.
Sany menyukai musik dan hal-hal yang entertaining. Hal tersebut memudah kan dia meracik to tonan olahraga yang bisa dinikmati oleh masyarakat dari beragam kalangan. Dalam setiap pr duk DBL Indonesia, mulai liga basket untuk pelajar (DBL dan JRBL), NBL, serta WNBL, sisi entertainment tak lupa disertakan untuk menunjang unsur olahraga sebagai yang utama. (nor/c11/any)

No comments:

Post a Comment